Sebagianorang ada yang bertanya, bagiamana aqiqah menurut muhammadiyah atau NU. Setelah diuraikan mengenai definisi aqiqah dan hukum aqiqah, semoga bisa menambah rasa keyakinan kita ketika akan mengaqiqahkan sang buah hati. Maka, pada bagian ini kita akan masuk ke dalam inti tema artikel, yaitu mengenai apa saja hal-hal yang disyariatkan
Dalamkitab Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani disebutkan, Ibnu Hajar berkata: "Seandainya ada seseorang meginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan aqiqah, maka hal ini tidak cukup". Berbeda dengan al-'allamah Ar-Ramli yang mengatakan bahwa apabila seseorang berniat dengan satu kambing yang disembelih untuk kurban dan aqiqah
HukumAqiqah Menurut Islam. Tweet. Whatsapp. Tags: fatwa ulama, alquran dan sunnah, hukum aqiqah, aqiqah sunnah. Cetak. Comments . 0 #1 ummu khunaisa 2020-06-16 05:34. Makasih. Quote. Refresh comments list RSS feed for comments to this post. Add comment. Harap letakkan kalimat dengan baik kosakatanya, tendensinya, konteksnya, dan moralnya.
HukumAqiqah Menurut Al-Qur'an dan Hadits. Dalam Al-Qur'an lebih banyak dalil yang menerangkan tentang hal yang berhubungan dengan qurban daripada tentang Aqiqah. Namun inilah ayat-ayat yang sering dibacakan ketika pelaksanaan aqiqah adalah sebagai berikut. S Al Israa ayat 23-24;
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Hukum Aqiqah memang telah diatur dalam agama islam dengan bermacam-macam ketentuan yang sudah tertulis. Namun sebelum membahas beberapa bagian penting ada baiknya untuk mengetahui pengertian dari aqiqah tersebut. Memiliki keturunan menjadi hal yang menyenangkan bagi orang tua. Pun merupakan tujuan dari berkeluarga yaitu mempunyai anak yang sudah pasti meneduhkan hati. Selaku orang muslim, tiap anak yang lahir, didalam keluarga pasti mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi dan didahulukan. Pada intinya, tiap orang yang mempunyai buah hati mempunyai peran guna melakukan aqiqah terhadap anak mereka. Dalam agama islam pun sudah disampaikan secara mendetail tentang hukum aqiqah yang sudah pasti bisa digunakan sebagai pedoman. Pengertian AqiqahAqiqah Secara Syar’iKewajiban Ibadah AqiqahJumlah Kambing Aqiqah Pengertian Aqiqah Pengertian aqiqah dikenal sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT terhadap lahirnya seorang buah hati, baik anak laki-laki ataupun perempuan. Sebaliknya untuk aqiqah atau Al aqiqah sendiri adalah hewan yang dikurbankan hanya kepada Allah dengan proses menyembelih hewan tersebut. Pada intinya, dengan melakukan aqiqah merupakan salah satu wujud pendekatan diri dan ucapan rasa syukur kepada kenikmatan Allah. Dalam sisi bahasa, Aqiqah berasal dari kata aqqu yang artinya potong. Nah dari kata potong disini ada dua macam makna yaitu memotong dalam artian mencukur rambut buah hati yang hendak diaqiqah. Sedangkan maksud kata potong yang kedua adalah menyembelih hewan kurban yang hendak diaqiqahkan. Lalu bagaimana makna aqiqah menurut perspektif islam? Terdapat beberapa informasi dari para sahabat dan ulama ahlusunnah, diantaranya Ibnul-Qayyim menukil perkataan Abu Ubaid bahwasannya Al-Ashmaa’iy dan lain-lain berkata “Pada asalnya makan aqiqah adalah rambut bawaan yang ada di kepala bayi ketika lahir. Namun, istilah tersebut disebutkan untuk kambing yang disembelih ketika aqiqah karena rambut bayi dicukur ketika kambing tersebut disembelih. Al-Jauhari mengatakan “Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya”. Selanjutnya Ibnul-Qayyim berkata “Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah disebutkan demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama”. Aqiqah Secara Syar’i Dari dua informasi diatas, maka dapat ditarik keputusan bahwa aqiqah secara syar’iy yang paling benar adalah binatang yang disembelih atas dasar kelahiran seorang keturunan sebagai wujud rasa terima kasih kepada Allah ta’ala dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Tidak hanya pengertian saja namun hukum akikah juga sudah ditetapkan maka nantinya hanya tinggal dilaksanakan sesuai dengan apa yang sudah tertera. Aqiqah menurut pandangan yang paling kuat, hukumnya adalah sunnah muakkadah. Hal ini berdasarkan anjuran dari Rasullullah SAW. Beliau berkata “Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkanlah penebus darinya darah sembelihan dan bersihkan darinya kotoran cukur rambutanya” HR Ahmad, Al-Bukhori dan Ashhabus sunan. Dalam hadist tersebut diperintahkan melalui perkataan Rasulullah “maka tumpahkan penebus darinya darah sembelihan. Jika ditelaah lebih lanjut, perintah disini buka bersifat wajib, sebab ada sabda Rasulullah yang memalingkan dari kewajiban tersebut. Rasullulah bersabda “Barang siapa di antara kalian yang ingin menyembelih bagi anaknya, maka silahkan lakukan”. HR. ahmad, Abu Dawud, An-Nasai dengan sanad yang hasan. Dalam hukum akikah disunnahkan melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh dari persalinan, tentu saja ini didasarkan hadist Rasulullah SAW. Beliau berkata “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dia dicukur dan diberi nama”. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan dan dinyatakan shohih oleh At-tirmidzi. Pelaksanaan aqiqah jika tidak bisa dilaksanakan pada hari ke tujuh, disunnahkan dilaksanakan pada hari ke empat belas, dan jika masih tidak bisa, bisa dilaksanakan pada hari ke dua puluh satu. Setelah hari ke dua puluh satu masih belum sanggup melakukan aqiqah, maka bisa dilaksanakan saat sudah sanggup. Yang perlu diperhatikan adalah pelaksanaan aqiqah pada hari ke tujuh, empat belas ataupun dua puluh satu bersifat tetap sunnah bukan wajib. Kewajiban Ibadah Aqiqah Kewajiban aqiqah dalam hukum akikah adalah kewajiban yang dibebankan kepada orang tua anak, namun bila orang tua belum mampu menyembelihkan aqiqah untuknya hingga dia dewasa, maka bisa memotong hewan aqiqah untuk dirinya sendiri. Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata “Dan ia tidak diaqiqahi oleh ayahnya, lalu kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri, maka hal tersebut tidak menjadi masalah menurut saya, wallahu a’lam”. Selanjutnya, untuk hewan yang dapat disembelih dalam hukum aqiqah juga telah ditentukan. Syaratnya sama dengan hewan yang akan disembelih untuk qurban, dilihat dari segi usia dan kriterianya. Imam Malik berkata “Aqiqah itu seperti layaknya nusuk sembelihan denda larangan haji dan udhhiyah qurban, tidak diperbolehkan dalam hal ini hewan yang sakit, kurus, picak dan patah tulang”. Kemudian Ibnu Abdul Barr berkata “Para ulama telah jima’ bahwa hewan aqiqah ini tidak diperbolehkan hal-hal atau apa yang tidak diperbolehkan dalam udhhiyah, harus dari Al-Azwaj Ats-Tsamaniyyah, yaitu domba, kambing, sapi, unta, kecuali pendapat yang ganjil yang tida dianggap”. Nah namun tidak diperbolehkan dalam aqiqah berserikat seperti dibolehkannya berserikat dalam udhhiyah, baik domba/kambing, atau sapi ataupun unta. Sehingga jika ada yang aqiqah dengan sapi ataupun unta, tidak diperbolehkan untuk tujuh orang sebagaimana pada qurban, hanya boleh untuk satu orang saja. Mungkin Anda bertanya-tanya sebetulnya apa ketentuan hewan yang bisa diaqiqahkan? Dalam hukum aqiqah anak, untuk orang tua yang hendak mengakikah anaknya memerlukan hewan aqiqah yang krusial sebagai persyaratan utama dalam melakukan aqiqah. Sudah pasti hewan aqiqah yang dibutuhkan untuk bayi laki-laki pasti berbeda dengan hewan aqiqah untuk anak perempuan. Jumlah Kambing Aqiqah Pada aqiqah anak laki-laki dianjurkan atau disunnahkan dengan dua ekor kambing. Namun jika tidak mampu boleh cukup dengan satu ekor saja dan itu sudah ditafsir sah. Kemudian untuk anak perempuan, maka aqiqahnya hanya dengan satu ekor kambing atau domba yang sudah memenuhi syarat sebagai hewan aqiqah. Berkaitan daging hewan aqiqah, banyak ustad yang menyampaikan jika pembagiannya mirip dengan pembagian daging qurban, sebagiannya diperkenankan disantap oleh keluarga yang diaqiqahkan dan yang lainnya boleh dibagikan pada fakir miskin maupun tetangga. Lain halnya jika ada keluarga dari yang diaqiqahkan tidak menyantap dan memberikan seluruhnya kepada fakir miskin, tentu saja diperkenankan dan tidak ada halangan untuk itu. Menurut Syaikh Utsaimin berkata “Dan tidak apa-apa dia mensedeqahkan darinya dan mengumpulkan kerabat dan tetangganya untuk menyantap daging aqiqah yang sudah matang”. Lain halnya dengan Syaikh bin Baz, beliau memberikan hak antara mensedekahkan seluruhnya atau mensedekahkan sebagian dan memasaknya, selanjutnya mengundang saudara, teman, tetangga dan kaum muslimin yang lain untuk memakannya. Dalam hukum aqiqah anak daging aqiqah disunnahkan dalam kondisi sudah matang atau sudah dimasak. Sudah pasti ini yang membedakan dengan pembagian daging qurban yang lebih dianjurkan dalam kondisi mentah. sebetulnya, banyak sekali kegunaan yang diperoleh dengan beraqiqah, yaitu menyelamatkan keturunan dari ketergadaian pembelaan orang tua di hari kemudian, melindungi anak dari bahaya dan kehancuran sebagaimana pengorbanan Nasi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS, pembayaran hutang orang tua kepada anaknya dan pengungkapan rasa gembira demi tegaknya islam. Semuanya sudah ditulis dengan jelas di hukum akikah anak . Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp WA 0812 2234 6099.
- Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah telah menetapkan 10 Zulhijah 1433 H atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022. Sementara itu, jika merujuk versi pemerintah, Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Juli pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, sering kali muncul pertanyaan bagi sebagian orang terkait perbedaan antara akikah dan kurban, serta hukum-hukumnya. Secara umum, kurban dan akikah sama-sama menggunakan hewan ternak sebagai sembelihannya. Antara akikah dengan kurban, keduanya memiliki persamaan, yakni sama-sama memiliki hukum sunah atau dianjurkan pengerjaannya, menurut sebagian besar ulama dalam sama-sama berkaitan dengan sembelihan hewan dan berhukum sunah, akikah dan kurban juga memiliki sejumlah perbedaan satu perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya. Kurban hanya dapat dilakukan pada Zulhijah, sedangkan akikah dilaksanakan pada saat mengiringi kelahiran seorang bayi dan lebih dianjurkan pada hari ketujuh atas kelahirannya. Ketentuan Akikah dalam Islam Akikah adalah penyembelihan ternak yang dilakukan sebagai pernyataan syukur atas lahirnya seorang anak. Akikah lazimnya dilaksanakan pada hari ketujuh, dibarengi dengan pencukuran rambut si bayi. Dari Samurah dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, "Setiap anak tergadai dengan akikahnya, maka hendaklah disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama," Ibnu Majah. Ketentuan akikah untuk anak laki-laki adalah dengan penyembelihan 2 ekor kambing, sedangkan anak perempuan adalah 1 ekor kambing. Untuk jenis kelamin kambingnya dibolehkan jantan atau betina, namun lebih baik jantan dengan warna putih. Secara umum, ibadah akikah adalah hukumnya sunah muakadah atau sangat ditekankan pengerjaannya dalam Islam. Akikah bermakna sebagai tebusan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak di rumah tangga tersebut. Daging akikah dibagikan dalam bentuk olahan yang telah matang atau dimasak, dibagikan kepada kerabat, tetangga, saudara, atau yang lebih penting juga adalah orang-orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin. Keluarga yang melakukan akikah diperbolehkan mengonsumsi daging juga Hukum Qurban Tapi Belum Aqiqah, Mana Lebih Dulu Jelang Idul Adha? Pengertian Qurban Menurut Bahasa Arti dan Hukumnya Ketentuan Kurban dalam Islam Kata kurban berasal dari bahasa Arab "qaruba-yaqrubu-qurbanan" yang berarti "hampir", "dekat", atau "mendekati". Dalam bahasa Arab, hewan kurban disebut "udhhiyyah". Kata "udhhiyyah" merupakan bentuk jamak dari kata "dlahiyah" yang berarti binatang sembelihan, disebut juga "nahr" ibadah qurban. Secara istilah, kurban adalah menyembelih hewan untuk dipersembahkan kepada Allah SWT seperti domba, kambing, sapi, atau unta yang dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah dan hari tasyrik 11,12 dan 13 Zulhijah. Dalil kurban ini terdapat dalam Al-Quran surat Al-Kautsar ayat 2 "Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah," QS. Al-Kautsar [108] 2. Dalam kitab Al-Mukhtashar fî Tafsîr Al-Qur`ân Al-Karîm, ayat di atas memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat, mengikhlaskan salat, seluruhnya hanya untuk Allah SWT. Perintah selanjutnya adalah untuk menyembelih hewan kurban untuk-Nya dan hanya dengan nama-Nya semata. Hewan yang dapat dikurbankan adalah Bahimah Al-An’am binatang ternak. Menurut pandangan para ulama, yang termasuk Bahimah Al-An’am QS. Al-Hajj ayat 38 adalah kambing termasuk di dalamnya domba dan biri-biri, sapi, kerbau, dan unta. Menurut sebagian besar ulama, hukum berkurban adalah sunah muakadah atau sangat ditekankan pengerjaannya. Saking pentingnya ibadah kurban, Nabi Muhammad SAW menyindir orang yang berkelapangan harta, namun enggan berkurban."Barang siapa yang memiliki kelapangan [harta], sedangkan ia tak berkurban, janganlah dekat-dekat tempat salat kami," Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim.Berikut ini beberapa kriteria hewan kurban sebagaimana disebutkan laman Muhammadiyah. Hewan untuk kurban hendaknya yang sehat, baik dan tidak cacat Hewan yang layak dan pantas dijadikan hewan kurban adalah hewan sehat, yang bertanduk lengkap al-aqran, gemuk badannya atau berdaging samin, dan warna putihnya lebih banyak daripada warna hitamnya al-amlah.Sementara itu, hewan yang tidak layak dikurbankan adalah hewan yang buta salah satu matanya al-aura, hewan yang sakit al-mardhoh, hewan yang pincang al-arja, dan hewan yang kurus kering dan kotor al-kasir. Ketentuan umur hewan kurban Hewan yang memenuhi kriteria usia kurban, yaitu; unta usianya telah berumur 5 tahun, sapi telah berumur 2 tahun dan kambing telah berumur 1 tahun. Jenis kelamin Hewan kurban boleh jantan dan betina karena tidak ada dalil yang mengkhususkan salah satu jenis telah dianggap cukup berkurban apabila ia menyembelih seekor kambing Muslim. Sementara itu, seekor unta dan sapi dapat dikurbankan patungan atau iuran maksimal 7 orang. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW berikut Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ia berkata "Kami menyembelih hewan kurban bersama Rasulullah SAW di Hudaibiyah. Seekor unta untuk 7 orang dan seekor sapi untuk 7 orang," Muslim, Abu Daud, dan Ahmad. Berkurban merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan dan juga sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Setidaknya, seorang muslim hendaknya melaksanakan kurban tidak hanya sekali dalam seumur hidupnya. Baca juga Ketentuan Umur Hewan Kurban Sapi & Kambing, Syarat Qurban Idul Adha Sejarah dan Pengertian Ibadah Qurban dalam Islam Beserta Dalilnya Mana yang Utama, Kurban atau Akikah? Dalam artikel tanya-jawab berjudul "Akikah atau Kurban Dulu?" yang ditulis Maftukhan di NU Online, dinyatakan bahwa pendahuluan antara akikah atau kurban perlu dilihat momentum dan situasinya. Apabila penanggalan sudah memasuki Zulhijah, serta menjelang Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik, dalam hal ini diutamakan untuk mendahulukan kurban daripada akikah. Akan tetapi, jika ingin diniatkan untuk pahala kedua-duanya, ketentuan ini bisa mengikuti pendapat Imam Ramli mazhab Syafi'i, seperti pernah dituliskan oleh Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Kitab pendapat Imam Ramli, jika seseorang berniat menyembelih kambing untuk kurban sekaligus akikah, kedua-duanya dapat terealisasi. Menurut ulama mazhab Syafi'i tersebut, pahala yang akan didapat bisa berlipat-ganda jika diniatkan keduanya. Akan tetapi, pendapat berbeda disampaikan Ibnu Hajar Al-Haitami. Hal ini dirujuk dari kitab Itsmidil Ain yang diterbitkan Darul Fikr. "[Perkara] jika ada orang berniat melakukan akikah dan kurban [secara bersamaan], tidak [akan] berbuah pahala kecuali hanya salah satunya saja menurut Imam Ibnu Hajar [Al-Haitami], dan [bisa] berbuah pahala kedua-duanya menurut Imam Ramli." Hlm. 127.Baca juga Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban Kambing dan Sapi Arti Shohibul Qurban dan Ketentuan Bagi Mereka yang Berkurban - Sosial Budaya Kontributor Ai'dah Husnala Luthfiyyah AnsPenulis Ai'dah Husnala Luthfiyyah AnsEditor Abdul Hadi
SOLO - Berikut adalah jadwal Iduladha 2023 versi pemerintah dan Muhammadiyah yang kemungkinan akan berbeda. Seperti diketahui, Iduladha 2023 tinggal menunggu hari. Iduladha merupakan hari besar kedua umat Islam di seluruh dunia setelah Idulfitri. Mengacu pada alasan tersebut, banyak umat Islam yang mulai bertanya-tanya kapan Iduladha 2023 akan dilaksanakan. Jika mengacu pada keputusan Muhammadiyah, maka jadwal Iduladha 2023 sudah bisa dipersiapkan mulai hari ini. Melalui Maklumat Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/ tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1444 H, ormas Islam ini telah menetapkan tanggal jatuhnya Idul Adha 2023. Muhammadiyah telah menetapkan jika Iduladha 2023 akan jatuh pada Rabu 28 Juni JugaApabila Lebaran Iduladha Berbeda, Muhammadiyah Minta Libur Jadi 2 HariLebaran Iduladha 2023 versi Pemerintah dan Muhammadiyah Disinyalir Berbeda, Kapan?Tok! Pemerintah Tetapkan Libur Hari Raya Iduladha 2023 Jadwal ini berbeda dengan apa yang telah ditetapkan pemerintah. Menurut kalender, Iduladha 2023 versi pemerintah akan dilaksanakan pada Kamis 29 Juni 2023. Pada 29 Juni 2023 ditetapkan sebagai Hari Raya Iduladha bagi umat muslim, seperti yang telah pemerintah sepakati. Sebab selain penetapan jadwal Iduladha, pemerintah juga telah menetapkan tanggal merah pada 29 Juni 2023. Berikut adalah hari libur yang telah ditetapkan pemerintah pada tahun 2023 sejak awal tahun lalu - 1 Januari Tahun Baru 2023 Masehi - 22 Januari Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili - 18 Februari Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW - 22 Maret Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1945 - 7 April Wafat Isa Almasih - 22-23 April Hari Raya Idulfitri 1444 H - 1 Mei Hari Buruh Internasional - 18 Mei Kenaikan Isa Almasih - 1 Juni Hari Lahir Pancasila - 4 Juni Hari Raya Waisak 2567 BE - 29 Juni Hari Raya Iduladha 1444 H - 19 Juli Tahun Baru Islam 1445 H - 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI - 28 September Maulid Nabi Muhammad SAW - 25 Desember Hari Raya Natal Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor Hesti Puji Lestari Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam
Ilustrasi apakah aqiqah wajib. Foto PexelsTradisi aqiqah kerap dilakukan oleh umat Muslim untuk merayakan kelahiran seorang anak. Acara aqiqah biasanya diisi dengan penyembelihan hewan ternak seperti kambing yang kemudian dibagikan kepada fakir miskin, tetapi juga dapat dikonsumsi dan dinikmati oleh buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua Untuk Anaknya susunan Aulia Fadhli, kata aqiqah berasal dari bahasa Arab yang secara etimologi berarti “memutus”. Sedangkan menurut istilah, aqiqah berarti menyembelih kambing pada hari ketujuh dari kelahiran seorang bayi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah biasanya digelar pada hari ketujuh dari kelahiran anak. Upacara tersebut dibarengi dengan pemberian nama dan pemotongan rambut bayi. Mengenai hukum apakah aqiqah wajib atau tidak, para ulama membedakannya menjadi dua, yakni sunnah dan wajib. Pembagian ini berdasarkan pada dalil dan tafsir yang telah dikaji oleh para ulama. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan berikut AqiqahIlustrasi apakah aqiqah wajib. Foto PexelsDikutip dari buku Aqiqah susunan Ahmad ibn Mahmud ad-Dib, dan beberapa sumber lainnya, berikut penjelasan hukum pelaksanaan beberapa ulama, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad atau harus diutamakan atau sangat dianjurkan. Jadi, apabila seorang Muslim mampu melaksanakannya, dianjurkan untuk melakukan aqiqah bagi anaknya. Hal ini didasari oleh perkataan dari ahli fiqih bernama Syekh Sayyid Sabiq sebagai berikutوالعقيقة سنة مؤكدة ولو كان الأب معسرا فعلها الرسول صلى الله عليه وسلم وفعلها أصحابه روى أصحاب السن أن النبي صلى الله عليه وسلم عن عن الحسن والحسين كبشا كبشا ويرى وجوبها الليث وداود الظاهريArtinya "Aqiqah adalah sunnah muakkadah walaupun keadaan orang tuanya sulit. Rasulullah telah melaksanakannya, begitu pula para sahabat. Para pengarang kitab as-Sunan telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. telah mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing kibas untuk masing-masing. Sementara itu, menurut Laits bin Sa'ad dan Dawud azh-Zhahir, aqiqah adalah wajib."WajibSementara menurut Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Hazm, mengatakan bahwa hukum aqiqah adalah wajib. Hukum ini tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi, “Anak-anak itu tergadai tertahan dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama,” HR Ahmad. Dengan berlandaskan hadist tersebut, para ulama menafsirkan bahwa seorang anak tidak dapat memberi syafaat pada orang tuanya apabila ia belum apakah aqiqah wajib. Foto PexelsNamun, pendapat tersebut masih kalah dengan pendapat hukum sunnah melaksanakan aqiqah. Pendapat ini yang kemudian dianut oleh mayoritas ulama dengan berbagai dalil yang ada. Salah satunya adalah dalam hadis berikut iniمن ولد له فأحب أن ينسك عن ولده فليفعلArtinya "Barangsiapa dilahirkan seorang bayi untuknya dan ia mau menyembelih kambing untuk bayinya maka lakukanlah."HR. Malik dan Ahmad.Syarat-Syarat AqiqahIlustrasi apakah aqiqah wajib. Foto PexelsMasih dari sumber yang sama, terdapat syarat aqiqah yang perlu dipahami agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya, antara lain sebagai berikut1. Sifat-sifat hewan yang disembelihDalam kitab al-Majmu, Imam Nawawi berkata, “Hewan yang layak sah disembelih sebagai aqiqah adalah domba yang dewasa dan kambing yang dewasa yang sudah memiliki gigi seri gigi depan. Domba dan kambing itu harus selamat dari cacat. Karena aqiqah adalah mengalirkan darah secara syar'i sesuai dengan tuntunan Islam maka sifat-sifat hewan yang disembelih untuk aqiqah sama dengan sifat-sifat hewan yang disembelih untuk kurban, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad sahih bahwa Ibnu Abbas berkata, 'Rasulullah mengaqiqahkan Hasan dan Husain masing-masing dengan seekor domba'.”Berdasarkan hadis di atas, sifat-sifat hewan yang disembelih untuk aqiqah harus sama dengan yang digunakan untuk kurban. Untuk aqiqah anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing. Sedangkan untuk aqiqah anak perempuan hanya satu ekor Waktu penyembelihan hewan aqiqahMenurut sunnah Nabi, penyembelihan hewan aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh dari hari kelahirannya dan seterusnya pada kelipatan tujuh.. Waktu penyembelihan ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Abdullah ibn Buraidah, dari ayahnya, dari Nabi Muhammad SAW bersabdaالعقيقة تذبح لسبع ولأربع عشرة وإحدى وعشرينArtinya “Hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, hari ke empat belas, dan hari kedua puluh satu.”Sunah ini selaras dengan perkataan dari Imam an-Nawawi, "Abu Abdillah al-Busyihi, salah seorang imam dalam mazhab kami berkata, 'Jika tidak sempat menyembelih pada hari ketujuh maka di hari ke empat, jika belum juga dilaksanakan maka di hari kedua puluh satunya, demikian terus pada kelipatan tujuh'."Hikmah Menjalankan AqiqahIlustrasi apakah aqiqah wajib. Foto PexelsTerdapat banyak hikmah dan keutamaan yang dapat dipetik dari proses pelaksanaan ibadah aqiqah, beberapa di antaranya adalah sebagai merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan berupa kelahiran seorang merupakan kurban seorang hamba untuk ber taqarrub mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai ungkapan rasa senang dan gembira karena memperoleh nikmat berupa kelahiran seorang merupakan tebusan untuk menebus sang bayi dari segala macam musibah dan malapetaka. Allah SWT menebus Ismail dengan seekor domba yang disembelih, sehingga peristiwa tersebut menjadi sunnah tradisi yang masih dilaksanakan oleh anak cucu Ismail. Ketika Rasulullah diutus, sunnah tersebut tetap beliau dapat membebaskan seorang anak dari halangan atau rintangan sehingga ia dapat memberi syafaat kepada kedua orangtuanya atau sebaliknya. Ia dapat menerima syafaat dari menjadi sarana memperkuat ikatan kasih sayang antara individu anggota masyarakat Muslim. Di mana mereka berkumpul menghadiri undangan pelaksanaan aqiqah dan mengucapkan selamat kepada kedua orangtua sang juga merupakan sarana untuk merealisasikan takaful ijtimâ'i kepedulian sosial yang akan membantu terwujudnya keadilan dalam masyarakat. Sebab, dalam perayaan aqiqah semua orang berkumpul, baik yang miskin, kaya, besar maupun kecil tanpa mengistimewakan suatu golongan penyembelihan hewan aqiqah harus dilakukan?Berapa jumlah kambing yang harus disembelih saat aqiqah?Apa hikmah melaksanakan aqiqah?
hukum aqiqah menurut muhammadiyah