Berikutmerupakan berbagai jenis ayam kalkun yang dibedakan menurut warna bulunya : Kalkun Bronze Jenis Kalkun Bronze merupakan jenis Ayam Kalkun pedaging yang memiliki peminat paling banyak jika dibandingkan dengan jenis ayam kalkun lainnya dengan harganya yang terjangkau dan sering kita temui di berbagai wilayah Indonesia. Ayamkalkun adalah jenis unggas berukuran besar dari golongan Ordo Galliformes Genus Meleagris, ayam kalkun di Indonesia biasa juga disebut ayam Belanda meskipun ayam kalkun sebenarnya pertama kali ditemukan di Amerika, ciri ayam kalkun yang paling mudah dikenali adalah memiliki rentang sayap yang lebar sekitar 1,5 - 1,8 cm, namun untuk betina ukurannya lebih kecil dan warna bulunya kurang jeniskalkun paling besar Kalkun Bourbon Red Si Kalkun Merah Berbadan Besar Kalkun ourbon Red Si Kalkun Merah Berbadan Besar - Ayam Kalkun Bourbon Red merupakan jenis unggas berasal dari Ordo Galliformes Genus Meleagris. Vay Nhanh Fast Money. Ayam kalkun merupakan unggas yang berasal dari Amerika. Ayam kalkun adalah salah satu unggas dari ordo Galliformes genus Meleagris. Kalkun jantan memiliki warna yang mencolok dibandingkan dengan kalkun betina. Kalkun pejantan biasanya mempunyai bobot 6-7 kg dan betina sekitar 4-5 kg. Jenis ayam kalkun yang biasa dipelihara di Indonesia seperti, kalkun Bronze, Bourbon Red, Royal Palm, Golden Palm, Self Buff, Kalkun Putih dan Kalkun Black Spanish. Kalkun Putih banyak diminati juga oleh pecinta ayam hias, karena corak warnanya yang putih bersih image 1 Mengenal Ayam Kalkun Putih Pemeliharaan Ayam Kalkun Putih 1. Kandang Ayam Kalkun Putih 2. Pakan Ayam Kalkun PutihJenis – jenis Ayam Kalkun 1. Kalkun Bronze2. Golden Palm3. Royal Palm4. Black Spanish5. Bourbon Red6. Kalkun Putih/ White Holland Mengenal Ayam Kalkun Putih Kalkun putih adalah jenis unggas daratan yang berasal dari kalkun liar yang dikembangbiakkan oleh bangsa suku Indian pada zaman pro Colombo. Kalkun putih ini memiliki ciri khas dengan tubuh yang besar dengan gelambir dan pial yang khas. Warna bulu diseluruh tubuhnya yaitu putih mulus dengan kepala putih kebiruan, warna kaki putih kebiruan, dengan pial dan tenggorokan berwarna merah. Pemeliharaan Ayam Kalkun Putih Dalam memelihara ayam kalkun putih sebenarnya sama dengan memelihara jenis ayam hias atau ayam kampung lainnya. Perbedaan yang paling mencolok memang mendasar pada pakannya dan luas kandang. Sedangkan untuk perawatan, pencegahan penyakit dan pembersihan kandang pun akan sama dengan jenis ayam lainnya. Agar ayam kalkun putih tetap dalam keadaan sehat maka peternak perlu menerapkan sistem pemeliharaan yang baik, mulai dari pemberian pakan, minum, vitamin dan pengendalian penyakit image 2 Dalam pemeliharaan kebersihan kandang sebaiknya dilakukan setiap hari dengan mencuci tempat pakan ayam kalkun putih dan minum. Selain itu peternak dapat membersihkan kandang dari kotoran ayam maupun sisa pakan, hal ini berguna untuk menjaga kesehatan serta kebersihan pada ayam tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa ayam kalkun lebih cepat pertumbuhannya jika dibandingkan dengan ayam biasa. Apalagi jika ditunjang oleh pakan yang banyak mengandung banyak asupan gizi. 1. Kandang Ayam Kalkun Putih Ayam kalkun putih ini termasuk hewan yang senang jika diumbar di alam bebas, tapi tidak banyak juga peternak yang mengembangbiakkan jenis kalkun ini dengan dikandangkan. Saat ayam kalkun masih kecil, sebaiknya diletakkan dalam boks khusus yang mempunyai pemanas cadangan. Bila kalkun sudah berumur 2 bulanan bisa Anda pindahkan ke dalam kandang yang lebih besar tanpa diberikan lampu pemanas lagi. Karena kalkun yang sudah cukup besar mempunyai daya tahan tubuh yang kuat jika dibandingkan dengan kalkun yang baru saja menetas. Pembuatan kandang ayam putih bisa dibuat dengan ukuran yang luas, melihat ukuran ayam kalkun yang bertubuh besar image 3 Untuk kalkun yang sudah besar, memang mereka lebih suka diumbarkan. Mereka akan lebih banyak bergerak dan akan mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Jika ayam kalkun diletakkan dalam kandang yang terlalu sempit bisa mengakibatkan kelumpuhan pada kakinya. Kandang berukuran 2 x 3m dapat memuat beberapa ekor kalkun. Ayam kalkun putih dapat diletakkan dalam satu kandang dengan beberapa ekor betina dalam komposisi 1 jantan untuk 4 – 5 betina. 2. Pakan Ayam Kalkun Putih Pemberian pakan ayam kalkun yang dapat diberikan memang sama dengan ayam hias yang lainnya, namun yang membedakan adalah pemberian pakan di usia baru menetas dan sudah besar. Untuk ayam kalkun yang baru saja menetas bisa Anda berikan voer atau BR guna membantu pertumbuhan pada ayam tersebut. Setelah ayam kalkun sudah tumbuh besar bisa ditambahkan bekatul, dedak dan sisa nasi bahkan setelah kalkun sudah tumbuh besar bisa ditambahkan sedikit air. Untuk menunjang pertumbuhannya bisa diberikan irisan sayuran segar seperti sawi, bayam, kangkung dan enceng gondok. Selain diberikan pakan berupa konsentrat, bekatul, dan dedak. Ayam kalkun juga dapat diberikan berupa buah – buahan image 4 Untuk daya tahan tubuhnya bisa Anda berikan irisan daun pepaya, namun yang perlu Anda ingat dalam pemberian irisan daun pepaya untuk kalkun putih jangan terlalu sering karena bisa mengakibatkan kelumpuhan. Namun dengan perawatan yang baik serta perhatian Anda dalam memelihara ayam kalkun pasti akan berbuah baik bagi pertumbuhan ayam kalkun putih. Mari kita ulas mengenai berbagai jenis ayam kalkun. Berikut merupakan berbagai jenis ayam kalkun yang dapat dibedakan menurut warna bulunya Jenis – jenis Ayam Kalkun 1. Kalkun Bronze Merupakan jenis kalkun liar dengan bulunya yang berwarna hitam metalik dengan totol putih serta berwarna coklat pada bagian ekornya. Jenis kalkun yang sangat populer. Jenis kalkun ini merupakan jenis kalkun terbesar dan termasuk dalam jenis kalkun pedaging. 2. Golden Palm Kalkun golden palm sering disebut kalkun gopal yang diambil dari namanya sendiri yakni golden palm. Ciri khas pada jenis kalkun ini berwarna hitam dengan dada berwarna putih dengan perpaduan strip-strip hitam pada atas ekornya. Pada jenis ayam golden palm dengan kepalanya berwarna kebiru-biruan serta kakinya putih keabu-abuan. Berikut merupakan kumpulan foto – foto untuk jenis ayam kalkun yang sediakan image 5 3. Royal Palm Kalkun royal palm ini memiliki keindahan pada bulunya dengan perpaduan antara strip-strip putih dengan hitam sehingga memberikan warna yang kontras pada bulu ayam kalkun. 4. Black Spanish Jenis kalkun black spanish tergolong dalam jenis ayam kalkun termahal. Dengan bulunya yang berwarna hitam elegan pada seluruh tubuhnya. Walaupun memiliki harga yang relatif mahal tidak menyurutkan bagi penghobi ayam hias untuk mengkoleksi jenis ayam black spanish. 5. Bourbon Red Ciri khas dari kalkun ini ialah memiliki bulu berwarna kecoklatan yang cenderung kemerah gelap, sehingga ayam ini sering disebut sebagai ayam merah. Jenis kalkun ini memiliki gelambir yang berwarna merah. 6. Kalkun Putih/ White Holland Kalkun putih atau yang biasa disebut dengan kalkun white holland, white holland turkey atau ayam kalkun albino. Ayam kalkun memang merupakan salah satu unggas yang memiliki postur tubuh yang besar. Memang semua jenis kalkun yang dipelihara di Indonesia memiliki keindahan warna bulu yang berbeda-beda. Jenis kalkun yang sering di ternakkan di Indonesia tidak hanya berasal dari Benua Amerika saja tetapi juga berasal dari Benua Eropa. Untuk mendapatkan berbagai jenis ayam kalkun termasuk ayam kalkun putih ini bisa dipesan di ya image 6 Bagimana Anda tentu tertarik bukan untuk memiliki ayam hias kalkun yang cantik ini ? Yuk bagi Anda yang tertarik untuk memelihara ayam kalkun putih bisa segera dapatkan bibitnya ditempat kami. Kami menyediakan ayam kalkun putih dan ayam kalkun jenis lainnya mulai dari usia 1 bulan hingga dewasa. Tenang saja, untuk harga ayam kalkun putih atau harga kalkun white holland cukup terjangkau apabila ingin memesan telurnya pun juga bisa. Pengiriman dapat kami lakukan hingga keseluruh wilayah Indonesia via kargo hewan terpecaya dengan ongkos kirim yang terjangkau. Informasi lebih lengkap mengenai jenis kalkun dan harganya bisa langsung menghubungi layanan pelanggan kami berikut ini WHATSAPPTELPONSMS CS 10856-4772-3888 CS 20812-4648-2525 CS 30813-6330-7506 Kata terkait harga ayam kalkun putih, harga kalkun white holland, jenis ayam kalkun, kalkun bronze, kalkun royal palm, kalkun albino, jenis kalkun dan harganya, jenis kalkun termahal, Tim dalam penulisan artikel nya di dukung oleh Bapak Agus Harianto beliau sosok senior di dunia peternakan di Indonesia alumni Fakultas Peternakan dan bersinergi dengan Akademisi lainya. Kami senantiasa berikhtiar berbagi tulisan yang bermanfaat. Komentar, kritik dan saran yang membangun sungguh merupakan energi positif bagi kami. Ayam kalkun merupakan unggas yang berasal dari Eropa yang mana unggas ini mempunyai postur tubuh yang cukup besar. Ayam kalkun dapat masuk ke Indonesia karena dibawa oleh para pedagang Eropa yang dibawa untuk tujuan konsumsi oleh bangsawan Belanda. Dalam bahasa Inggris ayam kalkun disebut dengan kalkoen. Kalkun Black Spanish Usia 1 Bulan Ayam kalkun black spanish memang sudah ada di Indonesia walaupun belum terlalu banyak yang memeliharanya. Ayam kalkun black spanish sendiri memiliki ciri khas yang cukup unik yaitu mempunyai warna yang hitam elegan, warna tersebut membuatnya terlihat sangat eksotik. Harganya relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan jenis ayam kalkun yang lainnya. Bagaimana asal mula ayam kalkun black spanish ? Awal mula ayam kalkun black spanish ini muncul pada tahun 1500an, ciri khusus ayam ini tidak hanya warnanya yang hitam tetapi dengan gelambir yang berwarna merah dan mata cokelat gelap. Daging ayam kalkun banyak dikonsumsi karena dipercaya rendah akan kolesterol, lemak dan dapat meningkatkan kecerdasan otak anak. Daging ayam kalkun juga lebih gurih dan lezat jika dikonsumsi. Ayam Kalkun Black Spanish Usia 2 Bulan Ayam kalkun black spanish terkenal di Spanyol sehingga ayam kalkun ini dikenal dengan nama “Black Spanish”. Untuk di Inggris terutama di Norfolk yang mana sering dikenal dengan “Norfolk Blacks”. Di kedua tempat tersebut ayam kalkun banyak dikonsumsi selama kurang lebih dalam 2 abad ini. Daging ayam ini memang mempunyai bentuk dan rasa yang khas, sehingga banyak para turis membawa untuk oleh oleh ke negara negara para turis. Populasi ayam kalkun black spanish pada tahun 1937 semakin meningkat pesat, hal ini dikarenakan kalkun dikembangbiakkan dalam jumlah yang cukup besar sepanjang pantai timur di Maryland dan Virginia. Populasinya diseleksi dan dikembangbiakkan di tempat yang tenang dan cukup baik sehingga pertumbuhannya cukup cepat. Ayam Kalkun Black Spanish Usia 5 Bulan Di Indonesia harga kalkun black spanish memang paling tinggi diantara jenis ayam kalkun yang lainnya. Bulunya yang indah membuat kalkun black spanish paling tinggi harganya. Pemeliharaan ayam kalkun black spanish membutuhkan perhatian yang khusus untuk selalu menjaga kebugarannya. Dari tahun ke tahun permintaan ayam kalkun black spanish semakin banyak peminatnya. Hal ini dikarenakan ayam masyarakat di Indonesia sudah mengetahui kelebihan ayam black spanish ini. Kalkun Black Spanish Jantan Pemeliharaan ayam kalkun memang sama dengan memelihara ayam pada umumnya. Pakan yang diberikan bisa berupa voer atau BR yang pada anakan ayam guna membantu pertumbuhan, Untuk ayam kalkun yang sudah dewasa bisa diberikan potongan sayuran seperti kangkung, enceng gondok ,bayam serta jenis sayuran lainnya yang dapat memicu telur ayam kalkun. Ayam kalkun bisa dipelihara dengan cara diumbar yang bisa Anda berikan pagar disekelilingnya dengan bilah bambu atau dengan menggunakan jaring paranet. Hal ini bertujuan agar tidak ada gangguan dari luar seperti gangguan manusia dan gangguan dari binatang lain. Kalkun Black Spanish Berbicara mengenai ayam kalkun, Ayam kalkun sendiri dapat dibedakan menurut warna bulunya yang dapat dibedakan dalam beberapa jenis. Berikut merupakan jenis ayam kalkun Kalkun Bronze Merupakan jenis ayam kalkun yang sering disebut sebagai ayam pedaging dan merupakan jenis kalkun paling besar yang sangat populer di indonesia. Golden Palm Ayam kalkun yang memiliki peminat cukup banyak di berbagai daerah Indonesia dengan memililiki bulu yang perpaduan warna keemasan dengan sedikit putih dan hitam dan kepalanya yang sedikit kebiru-biruan. Royal Palm Jenis ayam kalkun royal palm ini memiliki bulu yang cantik dengan perpaduan warna hitam dengan putih. Bourbon Red kalkun bourbon red ini merupakan salah satu jenis kalkun yang memiliki bulu dengan perpaduan warna coklat kemerah-merahan dengan bulunya pada bagian ekor yang berwarna putih. White Hollad Jenis kalkun ini memiliki bulu yang berwarna putih diseluruh tubuhnya dengan memiliki kaki yang berwarna ke abu-abuan dengan memiliki pial dan gelambir yang menjadi ciri khas ayam kalkun putih. Selain jenis ayam kalkun yang sudah dijelaskan diatas ada juga jenis ayam kalkun lainnya yakni kalkun black rusty, Blue Slate, Naragansett , Pencilled Palm, dan kalkun black mottled. kalkun black mottled merupakan jenis ayam kalkun hasil silangan antara Black Spanis dan White Holland. Berikut merupakan daftar harga lengkap kalkun di Harga telur per butir Telur Kalkun 30,000 Telur Kalkun Putih 35,000 Kalkun Bronze 1 Bln 2 Bln 3 Bln 4 Bln 5 Bln Dewasa Kalkun Golden Palm 1 Bln 2 Bln 3 Bln 4 Bln 5 Bln Dewasa Kalkun Royal Palm 1 Bln 2 Bln 3 Bln 4 Bln 5 Bln Dewasa Kalkun Putih 1 Bln 2 Bln 3 Bln 4 Bln 5 Bln Dewasa Harga Anakan Kalkun Black Spanish 1 Bln 2 Bln 3 Bln 4 Bln 5 Bln Dewasa Harga Kalkun Merah 1 Bln 2 Bln 3 Bln 4 Bln 5 Bln Dewasa Kalkun Self Buff 1 Bln 2 Bln 3 Bln 4 Bln 5 Bln Dewasa Dan jika Anda ingin mencoba menetaskan telur ayam kalkun, kami menyediakan telur ayam kalkun yang siap di tetaskan baik dengan indukan ayam lain maupun dengan mesin penetas telur. Bagi anda yang lebih memilih bibit atau anakan ayam kalkun kami juga bisa mengirimkan ke seluruh penjuru Indonesia yang terjangkau kargo hewan. Untuk ayam kalkun dewasa juga bisa Anda pesan di Silahkan hubungi kami sekarang untuk mengetahui daftar harga ayam kalkun di SMS/CALL/WHATSAPP 0856 4772 3888 Indosat 0856-4772-3888 0857-2932-3426 Telkomsel 0812-2028-8686 0822-2123-5378 XL 0819-3140-9353 Kata Terkait harga anakan kalkun black spanish, kalkun black mottled, kalkun black rusty, harga kalkun merah, kalkun bourbon red, kalkun bronze, jenis kalkun paling besar, kalkun royal palm, Viky Ristiyarti Tim dalam penulisan artikel nya di dukung oleh Bapak Agus Harianto beliau sosok senior di dunia peternakan di Indonesia alumni Fakultas Peternakan dan bersinergi dengan Akademisi lainya. Kami senantiasa berikhtiar berbagi tulisan yang bermanfaat. Komentar, kritik dan saran yang membangun sungguh merupakan energi positif bagi kami. 4. Manfaat daging kalkun sebagai penambah energi Daging kalkun kaya akan vitamin B kompleks, khususnya vitamin B3, B6, dan B12. Dua potong tebal daging kalkun dapat memenuhi 61% persen kebutuhan vitamin B3, 49% kebutuhan vitamin B6, dan 29% kebutuhan vitamin B12. Semua vitamin B mempunyai satu fungsi utama, yakni membantu proses pembentukan energi. Sementara protein pada daging kalkun berubah menjadi cadangan energi, tubuh Anda tetap mendapatkan energi utama berkat adanya vitamin B kompleks. 5. Membantu menstabilkan mood Daging kalkun mengandung triptofan, salah satu asam amino yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Senyawa ini tergolong sebagai asam amino esensial. Ini berarti tubuh tidak bisa membuatnya sendiri dan harus mendapatkannya dari makanan. Fungsi triptofan yaitu membantu pembentukan vitamin B3 dan serotonin, dua zat yang berperan dalam menstabilkan mood. Selain itu, serotonin juga menimbulkan perasaan bahagia, meredakan kecemasan, dan bisa membantu mengatasi stres. Daging kalkun merupakan salah satu sumber terbaik dari protein, vitamin B kompleks, serta berbagai mineral. Bahan makanan ini membantu memelihara jaringan tubuh dan berperan penting dalam pembentukan energi. Meski begitu, perlu diingat bahwa kalkun yang sudah diproses biasanya mengandung lebih banyak lemak dan garam. Agar tubuh tetap sehat, sebisa mungkin pilihlah kalkun yang masih segar dan hindari konsumsi yang berlebihan. Unduh PDF Unduh PDF Tahukah Anda bahwa proses memasak kalkun, apa pun ukurannya, sejatinya tidaklah sesulit memindahkan gunung? Kuncinya, siapkan kalkun dengan cara yang benar, lalu lakukan berbagai langkah yang diperlukan untuk memastikan tekstur daging kalkun tidak mengering ketika dimasak. Setelah memilih jenis daging yang sesuai dengan kebutuhan Anda, segeralah membumbuinya, mengisinya jika ingin, dan memanggangnya di oven sampai tekstur dagingnya lunak dan warnanya berubah menjadi kecokelatan. 1 Pilih kalkun berkualitas baik. Jika memiliki dana yang cukup, percayalah bahwa kalkun adalah salah satu jenis daging yang sangat layak untuk dibeli! Namun, sebaiknya beli kalkun yang masih segar alih-alih yang sudah dibekukan atau diawetkan, terutama karena cita rasa kalkun segar sejatinya jauh lebih lezat.[1] Pertimbangkan informasi berikut ini sebelum membeli kalkun[2] Sebaiknya, beli kalkun mentah di pasar alih-alih supermarket. Umumnya, tukang daging di pasar menjual daging dalam kondisi yang jauh lebih segar. Kalkun jelajah bebas free-range dan kalkun yang dibesarkan di padang rumput umumnya akan memiliki cita rasa yang lebih kuat, meski berharga lebih mahal, daripada kalkun yang dibesarkan di dalam kandang. Kalkun yang disuntik dengan perasa umumnya telah mengandung air dan beraneka bumbu lain. Alhasil, teksturnya pun sangat lembap dan cita rasanya cukup asin. Meski daging kalkun akan bertekstur lebih lembap ketika dimasak, pahamilah bahwa metode tersebut telah menghilangkan sebagian besar cita rasa alaminya. Kalkun yang dibumbui dengan garam kosher juga sudah mengandung garam dan memiliki cita rasa bawaan. 2 Pilih kalkun dengan ukuran dan berat yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebelum membeli kalkun, pikirkan jumlah orang yang akan menyantapnya. Secara umum, Anda perlu menyiapkan sekitar 450 gram kalkun atau lebih dari itu untuk satu orang.[3] Dengan kata lain, kalkun berukuran kecil seberat 5-6 kg bisa disantap oleh sekitar 14 orang; kalkun berukuran sedang seberat 6-7 kg bisa disantap oleh sekitar 17 orang; dan kalkun berukuran besar seberat 8-9 kg bisa disantap oleh sekitar 21 orang. Jika ingin menyisakan cukup banyak daging kalkun untuk dikonsumsi di kemudian hari, beli kalkun yang berukuran lebih besar daripada porsi yang perlu Anda hidangkan. 3 Lunakkan kalkun, jika perlu. Jika yang tersedia di dapur rumah Anda hanya kalkun beku, jangan lupa mengeluarkannya dari freezer sejak jauh-jauh hari agar tekstur kalkun benar-benar lunak ketika dimasak. Cara terbaik yang bisa Anda gunakan untuk melunakkan kalkun adalah dengan menyimpannya di dalam kulkas semalaman dalam keadaan terbungkus. Berikan waktu sekitar 24 jam bagi setiap 1,8 sampai 2,3 kg daging kalkun untuk melunak dengan sempurna sebelum diolah.[4] Untuk mempercepat proses melunakkan kalkun, cobalah merendam kalkun yang masih dibungkus di dalam wastafel berisi air dingin. Umumnya, diperlukan waktu sekitar 30 menit untuk melunakkan 450 gram kalkun. Namun, untuk alasan keamanan, pastikan air rendaman kalkun diganti setiap 30 menit, dan segera masak kalkun setelah teksturnya melunak. Jika waktu Anda sangat terbatas, cobalah melunakkan kalkun di dalam microwave tanpa membungkusnya, jika ukurannya muat. Umumnya, diperlukan waktu sekitar 6 menit untuk melunakkan 450 gram kalkun. Tahukah Anda? Kalkun beku juga bisa langsung dimasak, lho. Namun, waktu yang diperlukan umumnya 50% lebih lama daripada ketika Anda memasak kalkun segar atau kalkun yang sudah dilunakkan. 4 Buang jeroan kalkun. Sebelum dipanggang, buang terlebih dahulu jeroan yang terdapat di dalam tubuh kalkun. Umumnya, jeroan kalkun berbentuk seperti kantong kecil yang dapat diambil dan dibuang dengan mudah. Jika ingin, Anda juga boleh menyimpan jeroan kalkun untuk diolah menjadi sup atau dicampur dengan isian. Selain jeroan, leher kalkun juga bisa Anda buang atau pertahankan.[5] Jeroan kalkun bisa Anda temukan di rongga tubuh utama atau di balik kulit yang menggantung pada kepala kalkun. 5 Bilas kalkun di bawah air keran mengalir, hanya jika kalkun sebelumnya telah direndam dalam air garam. Sebelum memasak atau memanggang kalkun yang direndam dalam air garam, jangan lupa membilas rongga dalamnya dengan air keran mengalir untuk menghilangkan kelebihan garam yang melekat. Pastikan Anda juga meletakkan loyang tepat di sebelah wastafel agar daging kalkun dapat dipindahkan dengan mudah tanpa berisiko mengotori area lain di dapur rumah Anda.[6] Setelah itu, tepuk ringan permukaannya untuk mengeringkan kalkun dan membuat kulitnya lebih mudah garing ketika dipanggang.[7] Catatan Kementerian Pertanian Amerika Serikat tidak merekomendasikan Anda untuk mencuci kalkun sebelum memasaknya, kecuali jika kalkun telah direndam dalam larutan air garam sebelumnya. Hati-hati, mencuci kalkun justru berisiko menyebarkan kuman ke area-area lain di dapur Anda! Bersihkan seluruh permukaan wastafel dengan air hangat bersabun, sebelum dan sesudah mencuci kalkun. Jika perlu, lindungi area di sekitar wastafel dengan menutupnya menggunakan tisu dapur. Iklan 1 Rendam kalkun dalam larutan air garam, jika ingin. Secara khusus, metode ini mengharuskan Anda untuk merendam daging kalkun dalam larutan air garam yang telah dicampur dengan beraneka bumbu dan herba aromatik. Metode yang juga dikenal dengan istilah “brining” ini ampuh memperkaya cita rasa dan kelembapan kalkun, serta mencegah daging kalkun mengering ketika dipanggang. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu memasukkan kalkun ke dalam panci tertutup yang berukuran besar, lalu menuangkan larutan air garam berbumbu ke atasnya. Kemudian, simpan kalkun di dalam kulkas selama 12-24 jam sebelum dipanggang.[8] Setelah direndam dalam larutan air garam, cuci kalkun untuk menghilangkan kelebihan garamnya dan keringkan permukaannya dengan baik. Perlunya merendam kalkun dalam larutan air garam sejatinya masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli memasak. Jika Anda menyukai daging kalkun yang bercita rasa asin, cobalah melakukannya. Namun, jika Anda ingin mengurangi asupan sodium, sebaiknya lewati tahap ini. Jangan menerapkan metode ini pada kalkun yang telah dibumbui dengan garam kosher, diberi suntikan perasa yang umumnya adalah garam, atau bahkan telah direndam dalam larutan air garam agar cita rasanya tidak terlalu asin ketika matang. Larutan air garam sederhana bisa dibuat dengan melarutkan 250 gram garam kosher dalam 4 liter air hangat. Kemudian, Anda bisa menambahkan beraneka herba seperti daun bay atau daun salam, peppercorn, cengkih, bumbu allspice, atau kulit lemon, untuk memperkaya rasanya. 2 Buat isian kalkun dari campuran bahan-bahan favorit. Jika ingin, Anda boleh memasak isian kalkun instan yang tersedia di pasaran atau membuatnya sendiri. Baca resep baik-baik untuk memastikan jumlah isian yang dihasilkan sesuai dengan ukuran kalkun Anda.[9] Secara umum, Anda perlu menyiapkan sekitar 150 gram isian untuk kalkun seberat 450 gram. 3 Isi kalkun, jika ingin. Setelah isian matang dan bersuhu cukup dingin untuk disentuh, cobalah memasukkannya ke rongga leher kalkun, lalu lipat kulit yang menggantung di sekitarnya untuk menutup rongga tersebut. Jika ingin, Anda juga bisa “mengunci kulit kalkun” dengan menusuknya menggunakan tusukan logam. Setelah itu, masukkan sisa isian ke rongga badan kalkun, lalu ikat kedua kakinya dengan benang dapur.[10] Opsi lain yang bisa Anda lakukan adalah memanggang isian kalkun di loyang terpisah. Kiat Beberapa ahli memasak tidak suka mengisi kalkun karena menurut mereka, tindakan tersebut hanya akan membuat tingkat kematangan kalkun tidak merata sekaligus dapat meningkatkan waktu memanggang totalnya. Itulah sebabnya Anda boleh melewati tahap ini jika enggan melakukannya.[11] 4 Lumuri permukaan kalkun dengan minyak zaitun dan beraneka bumbu favorit. Setelah kalkun diisi atau tidak, jika Anda lebih suka memasak isiannya secara terpisah, lumuri seluruh permukaannya dengan minyak zaitun atau mentega jernih leleh untuk memerangkap kelembapan di dalamnya. Kemudian, bumbui kalkun dengan sedikit garam dan merica, jika ingin.[12] Abaikan penggunaan garam jika kalkun telah direndam dalam air garam, disuntik dengan garam, atau dibumbui dengan garam kosher. Anda juga boleh berkreasi dengan campuran bumbu lain, lho, seperti rosemary, sage, atau bawang putih bubuk. Ingin membuat cita rasa kalkun lebih unik? Cobalah melumuri permukaannya dengan campuran mentega dan daun sage yang lezat. Iklan 1 Panaskan oven dengan suhu 163°C. Jika dipanggang dengan suhu yang rendah dan stabil, niscaya tekstur dan cita rasa daging kalkun akan terasa lebih lezat ketika matang.[13] Kemudian, masukkan loyang ke rak terbawah pada oven agar kalkun memiliki ruang yang cukup luas untuk matang secara merata.[14] Menurut rekomendasi beberapa ahli memasak, sebaiknya mulailah memanggang kalkun di suhu 218°C, lalu turunkan suhunya setelah setengah jam. Pendekatan tersebut ampuh mempersingkat waktu memanggang selama 30-90 menit, lho! Namun, pastikan Anda tidak lupa menurunkan suhu oven setelah setengah jam agar kalkun tidak gosong, ya. 2 Alasi loyang dengan foil aluminium. Siapkan dua lembar foil aluminium yang cukup tebal. Gunakan salah satunya untuk mengalasi loyang secara vertikal, lalu gunakan lembaran yang lainnya untuk mengalasi loyang secara horizontal. Pastikan ukuran foil aluminium cukup besar untuk membungkus seluruh bagian kalkun.[15] Metode ini berguna untuk memerangkap kelembapan di dalam kalkun dan mencegah permukaannya gosong atau berubah kecokelatan dengan terlalu rekomendasi beberapa ahli memasak, sebaiknya bungkus kalkun dengan foil aluminium pada 2/3 waktu memanggang. Dengan demikian, kulit kalkun tidak akan gosong tetapi memiliki waktu yang cukup untuk menjadi lebih garing.[16] 3Tentukan waktu memanggang berdasarkan berat kalkun. Umumnya, diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk memanggang 450 gram kalkun tanpa isian.[17] Namun, jika kalkun memiliki isian, cobalah menambahkan 15 menit dari waktu memanggang total yang direkomendasikan.[18] Prosedur Keamanan Meski waktu memanggang bisa diperkirakan berdasarkan berat dan ukuran kalkun, tetaplah mengecek tingkat kematangannya secara manual untuk memastikan kalkun benar-benar aman untuk disantap. Dengan kata lain, tetaplah menggunakan termometer dapur untuk memastikan suhu internal daging dan isian kalkun telah mencapai angka 74°C sebelum menyantapnya. 4 Letakkan kalkun di atas loyang, lalu masukkan ke dalam oven. Setelah kalkun sudah siap untuk dipanggang dan suhu internal oven sudah panas, segeralah meletakkan kalkun di atas loyang dan membungkusnya dengan foil aluminium. Jika memungkinkan, posisikan kaki kalkun di sisi oven yang paling dalam karena bagian tersebutlah yang membutuhkan waktu paling lama untuk matang.[19] Kemungkinan besar, kalkun akan mengeluarkan banyak cairan ketika dipanggang, terutama jika sebelumnya daging kalkun telah direndam dalam larutan air garam atau diberi suntikan perasa umumnya garam. Namun, jika kalkun tidak melalui kedua proses tersebut, cobalah meningkatkan kelembapannya dengan menuangkan 500 ml kaldu kalkun ke dasar loyang.[20] 5 Lumuri kalkun dengan cairan setiap 30 menit. Setelah 30 menit, buka oven. Kemudian, buka lipatan foil aluminiumnya perlahan, dan gunakan kuas khusus atau sendok untuk melumuri permukaan kalkun dengan sari daging yang menumpuk di dasar loyang.[21] Proses tersebut ampuh membuat warna kecokelatan di permukaan kalkun dapat lebih merata.[22] Jika kalkun tidak memproduksi cairan yang cukup, cobalah menambahkan kaldu secukupnya ke dasar loyang. 6 Singkirkan foil aluminium yang menutup permukaan kalkun pada 45 menit terakhir untuk membuat tekstur kulitnya lebih garing. Pada 30-45 menit terakhir, singkirkan foil aluminium yang menutup area dada dan paha atas kalkun. Metode ini wajib dilakukan untuk membuat warna kulit kalkun lebih cokelat dan teksturnya lebih garing ketika matang![23] Namun, tidak perlu menyingkirkan foil yang mengalasi loyang agar kalkun tidak gosong. Jika ada sebagian area yang lebih cepat matang daripada area yang lain, putar loyang untuk meratakan suhu panas di dalam loyang. 7 Gunakan termometer dapur untuk mengecek tingkat kematangan kalkun. Jika waktu memanggang yang direkomendasikan telah berakhir, masukkan termometer dapur ke bagian paha dalam kalkun untuk mengecek tingkat kematangannya. Kalkun sudah matang dan siap dipotong jika suhu internalnya telah mencapai angka 74°C.[24] Kemungkinan, kalkun akan matang lebih cepat dari perkiraan Anda. Oleh karena itu, mulailah mengecek suhu internalnya sejak pertengahan waktu memanggang. Jika suhu kalkun tetap kurang panas meski waktu memanggang sudah berakhir, cobalah memanggangnya selama 20 menit sebelum kembali mengecek tingkat kematangannya. Pastikan Anda juga mengecek suhu isian kalkun! Iklan 1 Istirahatkan kalkun yang sudah matang selama 30 menit. Miringkan loyang agar seluruh sari daging kalkun berkumpul di satu sisi. Kemudian, angkat kalkun berikut foil aluminiumnya dari loyang, lalu segera letakkan di atas talenan. Setelah itu, pindahkan foil aluminium ke permukaan kalkun, dan istirahatkan kalkun selama 30 menit untuk memastikan tekstur dagingnya lunak dan lembap ketika disantap.[25] Selagi menunggu kalkun selesai diistirahatkan, gunakan sari daging kalkun untuk membuat saus. Jika sebelumnya Anda mengisi kalkun, gunakan sendok untuk memindahkan isian kalkun ke piring saji. 2 Potong kalkun setelah diistirahatkan. Sesungguhnya, teknik memotong daging kalkun tidak berbeda dengan memotong daging ayam. Dengan kata lain, gunakan pisau yang sangat tajam untuk memotong paha bawah, paha atas, dan sayap kalkun. Kemudian, potong pula bagian dadanya. Setelah itu, tata daging putih dan merah yang sudah dipotong di di area atau piring saji yang berbeda.[26] Jangan lupa mematahkan tulang wishbone atau furcula pada kalkun agar Anda bisa membuat permohonan setelahnya! Jika kaki kalkun berada dalam kondisi terikat, gunting benangnya sebelum mulai memotong dagingnya. 3 Masukkan sisa kalkun ke dalam wadah kedap udara, lalu simpan wadah di dalam kulkas atau freezer. Sisa daging kalkun sejatinya lezat diolah menjadi sup, roti lapis, dan kaserol. Yang terpenting, pastikan daging dimasukkan ke dalam wadah tertutup, lalu disimpan di dalam kulkas selama 3-4 hari atau maksimal 3 bulan di dalam freezer.[27] Pastikan sisa daging kalkun disimpan dalam wadah kedap udara. Jika akan dibekukan, selalu simpan kalkun dalam kantong plastik klip atau wadah khusus untuk menyimpan makanan di dalam freezer. Kiat Ketika akan dikonsumsi, cukup hangatkan porsi kalkun yang ingin disantap. Hati-hati, terus-menerus menghangatkan daging kalkun akan mengurangi kelembapan dan cita rasanya secara signifikan. Iklan Selain dipanggang, kalkun juga terasa lezat jika digoreng! Iklan Peringatan Jangan mencuci kalkun mentah, kecuali jika Anda ingin membilas bumbu rendaman berlebih yang melekat di permukaannya. Faktanya, kuman pada kalkun tidak akan hilang meski sudah dicuci. Bahkan, tindakan mencuci kalkun justru bisa membuat kuman yang berbahaya tepercik ke wastafel atau meja dapur, dan berisiko membuat Anda sakit karena terkena paparannya. Ingat, cara terbaik untuk membunuh kuman pada kalkun adalah dengan memasaknya hingga benar-benar matang.[28] Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?

jenis kalkun paling besar